Sabtu, 15 Maret 2008

Dinas Perikanan Sumut Bentuk Pokja Rumput Laut

Tanggal : 15 Maret 2008
Sumber : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=111993&more=1


MedanBisnis – Medan
Untuk mempercepat pengembangan usaha budidaya rumput laut di Sumatera Utara (Sumut), Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Sumut bersama pengusaha dan petani rumput laut membentuk kelompok kerja (pokja) rumput laut. Pokja ini diharapkan dapat mensinergikan pengembangan budidaya rumput laut di beberapa daerah di Sumut.

“Melalui Pokja ini kita berharap kegiatan usaha budidaya rumput laut di sejumlah daerah di Sumut dapat disinergikan dengan baik,” ujar Koordinator Pokja Rumput Laut Propinsi Sumatera Utara Ir Robert Napitupulu kepada MedanBisnis, usai penutupan acara workshop tentang rumput laut di Hotel Antares Medan, Jumat (14/3).

Menurut Robert, yang juga Kasubdin Bina Produksi Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut itu, sejak tahun 2005 usaha budidaya rumput laut sudah diperkenalkan kepada masyarakat Sumut. Selain untuk rehabilitasi terumbu karang di pantai, rumput laut juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah pesisir.

Karena usaha budidaya rumput laut dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi nelayan. “Di Sumut pengembangan usaha rumput laut itu antara lain melalui program Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap-red), BRR juga punya program dan sejumlah LSM. Namun untuk mempercepat usaha pengembangan rumput laut ini, dianggap perlu adanya koordinasi yang baik antara instansi dan lembaga-lembaga ini dan lahirnya Pokja rumput laut sebagai wadahnya,” jelasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Pokja yang juga pengusaha rumput laut Dewi Sartika menambahkan, hadirnya Pokja ini juga untuk mengantisipasi terjadinya tumpang tindih pelaksanaan program budidaya rumput laut seperti yang terjadi selama ini. “Jadi jangan sampai ada lagi, satu kelompok mendapatkan bantuan lebih dari satu instansi atau lembaga. Karena itu kan mubazir, yang seharusnya dapat digunakan untuk pembinaan di kelompok lainnya,” jelasnya. Tentang perkembangan usaha budidaya rumput laut di Sumut, dijelaskannya mengalami perkembangan yang lumayan baik. Disebutkan, tahun 2005 Sumut masih mengimpor bibit rumput laut dari Sulawesi sebanyak 2,6 ton. “Ketika itu jumlah tersebut tidak cukup untuk dibagikan kepada masyarakat di Nias, Nias Selatan dan Tapteng. Namun saat ini kita sudah berhasil memperbanyaknya dan bibit tersebut sudah digunakan di seluruh daerah tersebut,” tambahnya.

Tidak ada komentar: